13.11.16

Belajar di KRL dan Bus.



Selama setahun ini, semenjak gue lulus kuliah dan kembali lagi ke Bekasi, hampir setiap hari gue naik transportasi umum, terutama KRL dan Bus untuk bepergian ke Jakarta. Menurut gue, banyak banget pelajaran berharga yang bisa gue ambil ketika gue naik KRL atau Bus. Kali ini gue akan meringkas sedikit cerita mengenai hal itu, kenapa gue bisa "belajar" ketika berada di KRL dan Bus. Ini bukan belajar biar dapat tempat duduk ya, tapi ini jauh lebih dari itu.

Di Bus atau KRL Bertemu Banyak Orang.

Menurut gue, ini adalah kunci dari semua pelajaran yang gue rasakan selama gue berpergian dengan KRL dan Bus. Selama gue naik KRL dan Bus, selama itu juga gue akan bertemu banyak orang dengan latar belakang yang berbeda-beda. Berikut ini adalah sebagian kecil dari orang-orang yang gue temui di KRL dan Bus (gue asumsikan latar belakangnya berdasarkan penampilan dan sikap):

1. Orang-orang dengan barang dagangan dan berharap ada orang simpatik yang akan membeli.
2. Orang-orang yang dari segi penampilan, terbilang (maaf) kurang rapi, lusuh, dan kumel. Mungkin orang-orang seperti ini tidak punya pilihan lain selain menaiki KRL atau Bus.
3. Orang-orang dengan gadget mahal, pakaian rapi (branded), dan biasanya orang kantoran.
4. Orang-orang agamis yang menyempatkan waktu untuk membaca kitab suci agama di dalam KRL atau Bus.
5. Kakek dan Nenek yang berpergian sendiri tanpa ada yang menemani.
6. Alay-alay yang bikin heboh satu gerbong KRL atau satu Bus, bikin degdegan kalau duduk sebelahan sama mereka.
7. Om-om centil, ini salah satu alasan cewek-cewek mending pakai masker kalau naik KRL atau Bus.

Nah dari orang-orang yang gue temui tersebut, gue bisa belajar banyak sekali hal. Antara lain:
1. Orang-orang yang berdagang membuat gue selalu bersyukur dengan keadaan gue sekarang. Mereka bersemangat menawarkan dagangannya yang mungkin hasilnya tidak seberapa dan seharusnya gue bersemangat bekerja layaknya mereka.
2. Orang-orang yang dari segi penampilan, terbilang (maaf) kurang rapi, lusuh, dan kumel. Mereka mengajarkan gue untuk melihat dunia jauh lebih luas dan membuat gue selalu bersyukur karena diberi kesempatan lebih dari mereka. Mereka juga mengingatkan gue untuk selalu berbagi.
3. Orang-orang dengan gadget mahal, pakaian rapi (branded), dan biasanya orang kantoran. Orang-orang ini memotivasi gue untuk mencapai lebih dan lebih lagi, ini juga mengingatkan gue bahwa banyak orang-orang yang (sepertinya) jauh di atas gue tapi masih mau berbaur dipadatnya KRL atau Bus apapun alasan mereka.
4. Orang-orang agamis yang menyempatkan waktu untuk membaca kitab suci di dalam KRL atau Bus. Ini role model gue, orang kantoran jarang punya waktu di rumah untuk membaca kitab suci agama. Apalagi kalau rumah - kantor habisin waktu dua jam sendiri, KRL atau Bus salah satu tempat untuk melakukan hal itu.
5.Kakek dan Nenek yang berpergian sendiri tanpa ada yang menemani. Disiniah saatnya untuk toleransi kasih mereka tempat duduk kalau nggak ada yang kosong, ini juga yang memotivasi gue untuk menjaga orang tua gue kelak agar tidak bepergian sendirian jauh-jauh.
6. Alay-alay yang bikin heboh satu gerbong KRL atau satu Bus. Nah yang ini mengajarkan gue untuk waspada dan untuk memasang wajah jutek. Jujur sih gue paling takut kalau satu KRL atau satu Bus sama alay-alay gini apalagi cowok gerombolan.
7. Om-om centil. Si Om mengajarkan gue bahwa di Jakarta kita gak bisa ramah sama semua orang yang kita gak kenal, lebih baik diem dari pada sok akrab, eh ujungnya dimintain nomer HP. Nah loh, seremkan!

Selain itu dalam KRL atau Bus, gue juga belajar untuk toleransi dan saling membantu. Sebenarnya naik KRL atau Bus itu bisa jadi ladang amal, karena banyak hal-hal kecil yang bisa kita lakukan untuk membantu sesama. Sesederhana ngalah untuk kasih duduk ke orang yang lebih membutuhkan atau membeli dagangan di dalam bus.

Nah kurang lebih itulah pelajaran yang gue ambil di dalam KRL dan Bus. Bagi sebagian orang mungkin ini bukan apa-apa, gue hanya berusaha belajar dari hal-hal kecil dalam keseharian gue dan melihat sesuatu dari segi positifnya. Bagi yang belum pernah naik Bus atau KRL, boleh dicoba dulu. Bagi yang sudah setiap hari, jangan dilihat negatifnya saja, coba lihat manfaat dari bepergian dengan KRL atau Bus. Capek sih capek, tapi ketika kita lihat dari segi lebih positif, capeknya akan lebih berkah dan ingat yang capek bukan kita doang, tapi seisi KRL dan Bus. Besok hari Senin, semangat nge-Bus dan nge-KRL lagi!

Sekian dan semoga bermanfaat.

No comments: